Selamat Datang Teman dan Sahabat di Singgasana Kerajaan Puisi dan Cerita

Alo prenn… pa kabar neh, baek yach? Ehm… kamu pada senenk baca gak, baca puisi tapi.
Kalo suka, Nih
JaCKiE punya seabrek puisi… so ini kisah JaCKiE semua.
Mo baca atau kasih komentar juga bole.
Eh, bisa juga lho buat hiburan… hehe yah ketimbang nganggur kan corat-coret sambil merangkai kata kan asyik juga. Ya gak? Ya lah… hehe met baca deh… eh dihayati lho. Biar tambah asyik lageee….

----->>> Jalan Pintas <<<------      ----->>> Jalan Pintas <<<------    ----->>> Jalan Pintas <<<------

Sunflowr.jpg (48770 bytes)Summer.jpg (44032 bytes)Sunflowr.jpg (48770 bytes)

" Marilah kita ciptakan kehidupan penuh Bunga, Keindahan, Keserasian, Kemenangan, Keberuntungan, Kebahagiaan, Keseimbangan, ... Bunga-Bunga Mekar di Taman Surgawi, Taman Indah Kirana ...... "

 

 

 

Jalan Pintas Ke Negeri Maya :

Welcome...!!!???!!!
Tujuh Belas Tahun Yang Lalu I
Tujuh Belas Tahun Yang Lalu II
Pertolongan Dari Tuhanku
Do'aku Kepada-Nya - Do'aku Untuk Mama
Jeritan Hati Tersayat Pisau Kemungkaran
Bunga Malam
Dini Hari
Masa-Masa ' Tika Ku Jauh Menerawang Seribu Pulau
"Bilakah Kau Sbagai Sahabatku Dan Bilakah Kau Sbagai Kekasihku"
Di Puncak Batu Tiang Bumi
Kankah Kita Takutkan Ataukah Kan Kita Rindukan

<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

 

Ontarget.wmf (16778 bytes)

 

 

 

 

WELCOME...!!!???!!!

KAWAN…
DAMAI CINTA TERIRING SALAM BAHAGIA
WELCOME, KUUCAP SELAMAT DATANG
HOME PAGE PRIBADIKU
KUPERSEMBAHKAN KAWAN, PADAMU

KINI KUDATANG TERIRING TEMBANG

SISIR SIRAI TEKNOLOGI INFORMASI BLANTIKA BUMI RAYA
SUNGUH ASYIK BETAPA GUNA
KINI DUNIA – DAN ALAM CERAH CERIA

LUKISAN TERPAMPANG SEGALA SIAP SEDIA
KATA-KATA BERIBU MACAM BERJUTA TINGKAH BERIBU MAKNA
GUNA KEMUDAHAN KEUNGGULAN
UHH… SPEKTAKULER … MASTERPIECE
SELALU KAU LAHIRKAN
DAN KAWAN INGATLAH…
TEKNOLOGI INFORMATIKA KAN RENGKUH SEGALA DAYA DI DUNIA RAYA
KAN SELALU BERKEMBANG LAHIR DAN LAHIR KEMBALI

DAN SEMUA ITU TAKKAN ADA
TANPA ILMU TANPA PENGETAHUAN
SEBUAH KARUNIA YANG TIADA TERPERIKAN

SELAMAT DATANG KAWAN-KAWANKU SEMUA…

<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>

 

 

 

 

TUJUH BELAS TAHUN YANG LALU I

 

Tujuh belas tahun yang lalu
Bundaku berniat kepadaku
Ayahku pula demikian
Ayah bundaku tlah menaburkan benih kemuliaan
Ayah bundaku tlah membawa amanat Tuhan
Ayah bundaku tlah menunaikan sebuah keikhlasan
Ayah bundaku, tlah tetap hati untukku demi kedamaian
Senantiasa sabar menanti sembilan bulan sepuluh hari
Senyum haru 'tika tersaut jerit suara tangis bayi

Tujuh belas tahun yang lalu - di tahun lapan dua
Alam damai menelusuri masa demi masa
Mengiringi ketetapan hati Ayah bunda

Tujuh belas tahun yang lalu - empat hari di bulan Maret
Ketika bulan damai menerangi bumi
Mentari cerah membagi sinar sebagian muka bumi
Bintang gemilang dan kerlipnya
Tersebar membuyar indah berseri
Komat-kamit ayah bundaku - memanjdatkan do'a

Tujuh belas tahun yang lalu - di kamis hari
Entah berapa menunjukkan waktu
Tapi sudah tetaplah hati
Semua mengijinkan - segala merestui
Takdir, Iradat Tuhan beserta keagunganNya

Tujuh belas tahun yang lalu
Tepat, tepat sekali, tujuh belas tahun yang lalu
Seiring semilir angin
Sinar mentari
Cahya rembulan
Kerlip bintang gemintang
Bintang timur selatan utara barat segala penjuru
Serentak alam berucap, tersenyum, senyum mulia..
Segala Puji Bagi Allah

"Ayah… Anak kita…!"
"Bu…, sebutlah Asma Allah
Lihatlah si kecil, mungil, dekil, lucu ya Bu…
Persis seperti Ibu…?!"

 Alam…
Wahai alam tersenyumlah
Betapa bahagia mereka
Ayah dan Ibuku
Restui hidup dan kehidupan kami

<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>

 

 

 

 

 

TUJUH BELAS TAHUN YANG LALU II

 

Aku
Tlah dilahirkannya ke dunia
Setelah mengikat janji bersamaNya
'tika di alam rahimku
dan atas kemuliaanNya
ku tlah lahir di dunia fana
ku tlah tiba di alam nyata - pun alam mayaku
ku menangis
ku tersenyum
dunia kini tambah satu umat lagi

 

kini
tujuh belas tahun sudah
ku tlah menapak menunaikan amanah
kutuntut ilmu bersama umat jalankan kewajiban

ini hari tepat tlah tujuh belas tahun yang lalu
aku merayakan hari kelahiranku
hatiku gembira
jiwaku bahagia
kalbu damai rasa
lara hati sungguh hilang kata
indah siang malam gelap terang
kunikmati bersama 'diam'

walau kurayakan dalam kesendirian
hatini damai
ultah lalu, tak seberapa sekarang
hatiku damai

dan yang tak terlupa
sebuah kado indah tlah kutrima
kasih sayang dari kasihku semata
kasih sayang mama

ma…
aku bahagia terima kadomu
ku gembira jika benih
benih suka sedetik datang cairkan duka mama
kuucap terimakasih

mama…
dikau slalu dalam hati
tak usah kau risau
selalu seiring burung berkicau
selalu selalu dan abadi

Tuhan…
Puji syukur segala rahmat nikmat nan mulia
Moga dan semoga Engkau slalu kasih anugerah
Moga dan semoga Engkau alalu beri hikmah
Semoga dan moga Engkau slalu kasih lindungan
Semoga dan moga dan segala damai kehidupan
Amin…

Yogyakarta
4 Maret 1999

          <= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>

 

 

 

 

 

PERTOLONGAN DARI TUHANKU

 

Pertolongan dari Tuhanku
yang kumohonkan
Rahmat dan safaatMu
yang kuharapkan

Tiada daya dan kekuatan
kecuali dari Tuhanku
kecuali dari Engkau

Aku bersujud dan bersyukur
hanya ke hadiratMu Tuhanku
hanya kepadaMu

Kau
cuma Engkau yang dapat menganugerahkan
Engkau

ku
aku yang kini mengharap segala dariMu
aku

Tuntun
semoga Kau tuntun
hambamu ke jalan yang benar, lurus

Bimbing
semoga Kau bimbing
umatmu sebagai orang yang Engkau ridhoi, kasihi

Amien…

 

Jogjakarta, Desember 1998
( Jaka Kelana )

<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DO'AKU KEPADANYA

DO'AKU UNTUK MAMA

 

-I-

malam kini satu dini hari
perlahan kubuka mataku saat terkunci mimpi
lalu bangkit ku duduk berdiri
kurenung melayangkan kesepian keheningan hati

rintik dan tetes embun basah kini bumi
hujan belum lagi lama turun
'tika awan tebal hitam mendung mencurahkan
benih air kehidupan ke bumi akar daun
kerlip-kerlip bintang mulai nampak indah nian
setlah sang bayu mendesah usir tebalnya awan mendung
'tuk tampakkan bayang anggun rembulan

 

satu dua tiga terhitung jari
kian lama kian terang hati kini
kutengadah langit 'tika hitam suasana malam
sekejab masa kuteringat kebesaran wahai Tuhan Semesta Alam

Kusisih jiwa sedih ku mohon - do'a pun kupanjatkan kepadaNya
Ya Robbi tiap kali 'tika ku bersujud dalam sembahyang
Ya Robbku Ya Tuhanku demikian kusebut dan kuhafal Maha Agung KemuliaanMu
Ya Robbi segala kuikhlaskan segala kuserahkan segala halang hanya kepadaMu
Demikian itu do'aku kepada Maha BesarMu

 

-II-

Kuingat kembali ketika setia badan
Berjalan ku menghadap kepada Tuhan
Rintih ratap iring rintik hujan hati dan harapan
Takut hati 'kira tiada kenan ridho Tuhan
Desah bisik kepadaMu adalah hakekat Perbincangan

 

Tuhan Pengasih Penyayang
Ampuni segala dosa beribu kami
Jika tidak betapa hancur kami dan jiwa kami
Tuhan Segala Bijak dan Harapan
Ampuni salah khilaf sanak serta kedua Ibu Bapa kami
Karunia balasan kemuliaan 'tuk Ayah Bunda pun sanak Ibu Bapa kami

Mereka, segala payah lelah suka duka cinta derit
Sedari kecil Tuhan, hingga kini masih
Kami tlah dewasa kini

Tuhan Maha Adil dan Bijaksana
Hindarkan kami dari marabahaya
dari akhlaq tercela
lindungi kami dari bejatnya bujuk rayu
syetan iblis penhuni neraka
dari nafsu angkara murka
payungi kami daari jahatnya dan bala' dunia
dari siksa sengatan api neraka

 

 

-III-

Tuhan Maha Mulia
Tunjuki kami ke jalan tetap lurus lagi benar
Dan kekuatanMu ya Tuhan pada kami untuk menjalankan
Buka mata kami sehingga tahu jalan sesat jalan jahanam
Dan daya KeagunganMu pada kami tuk menghindarkan

Tuhan Maha Kasih
Tetapkan kami punya hati dalam iman dan ikhsan serta Islam
Lindungi pula dari jalan terjal kekafiran
KaruniaMu kami slalu Mohonkan
Dan tetapkan kami tuk hati slalu pujikan syukur tulus putih keikhlasan

Ya Robbi Ya Robbku Ya Tuhanku
Sedalam lautan kekurangan hati kami penuh harapan
Semoga kau satukan slalu hati kami terikat mati
Tiada daya terpisah
Kaulah kehendak mengekalkan

Di puncak do'a harapan
Semoga iradatMu atas kami
Tuk slalu bersama
Tuk slalu satu hati
Satu hati
Satu
hati

Amin…

 

Idul adha malam takbir dua
Minggu, 28 Maret 1999
Yogyakarta

<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>

 

 

 

 

 

 

 

 

JERITAN HATI
TERSAYAT PISAU KEMUNGKARAN

sebuah cerita

 

suatu sore di sela-sela daun dan panas jati musim kemarau
ketika sinar surya menyeruak merajuk menerpa
dua belas hari bulan kedua
ia duduk menepi menanti datang petang
sungguh lamban hari
gelisah mencari malam
sungguh sangat lamban

kuputuskan kembali
tuk cari kertas kesetiaan tika tadi terselipkan
di saku kelambi sekolah
lalu kubawa kembali ke bawah teduh pohon jati
kucari tempat lelap sunyi
kubaca muka demi muka dalam lembaran hitam
kubaca, kucerap, kuduga, kubaca
kuhenti suara hati ketika kuputar pikiran
kembali kubaca kucerap dan kuduga
kuhentakkan suara jiwaku - kurenungkan
tiap halaman dalam tiap lembaran
kian hati kian duka kian kalbu kian lara tiada lagi dapat tertahankan
tika' muka keempat lembar kedua
demikian akhir cerita - pipiku basah seketika

eehhmmm… betapa dunia kini terasa penuh samsara
kasih - cobaan yang Tuhan berikan kepadamu
sungguh berat terasa hati ditempa raga

cerminmu kasih sudahkan kau bicara dengan cerminmu
berkacalah kasih ayolah segera
sebelum mereka lari tuk lebih tidak peduli
kasih segeralah berlari
dapatkan kembali tempat suci
kemudian
berlarilah ke pelukanku
kan kutenangkan hatimu - kuteduhkan jiwamu

Oleh Tuhan Pengasih Penyayang
Kupohonkan harap - penuh kupanjatkan
kandung samping cobaan, siratkan kemuliaan
sela rintangan teriring hikmah dan kekuatan
kekuatan dan kabut dan api
kekuatan dari keputusasaan

 

Ya Allah Ya Tuhanku
semoga kesabaran ni slalu
dan Engkau datang kembali sebagai
kasihMu kepada kekasihku
tika peluh kuseka
kukeringkan air mata
kulipat kembali lembar-lembar sebagai semula
kembali dan kuselipkan
kertas duka dalam lipatan kitab cinta
sebagai keabadian
tuk selalu dalam renungan

aku tidur
aku diam
aku lelap
aku mimpi
mimpi…

Yogyakarta
25 Februari 1999

  <= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>

 

 

 

 

 

BUNGA MALAM

kepada dua sahabat

Sedini sehari hati gundah
Gulana menerpa jiwa
Namun bahagia terlamun sahabat sejati
Dan kelamnya malam ni
Terhias cahaya dalam taman hilang berganti
Bersinar sejuta makna nurani

Itu
Tlah kacakan isi hati
Demi cinta dan persahabatan
Do'a restu tuk setulus kasih setulus murni

Malam ini dalam keremangan cahaya pagi
Kuucap selamat tinggal harapan
Selamat datang masa depan
Bagi hati sejuta harapan tuk sahabat
Tak terkata tak ternilai dari sekedar harapan sia

Semoga restu Illahi
Salam bahagia damai sahabat

 

Yogyakarta
Kamis, 19 Maret 2001

<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>

 

 

 

 

 

 

 

DINI HARI

 

Dini hari sepi sunyi
Swara binatang malam belum lagi diam
dan ayam jantan di ufuk belum lagi berkokok

Ketika itu kita masih bersama
perasaan ini
sebagai tiada kan terpisah jua
dan segala susah segala lelah
yang telah kau ceritakan sesaat tadi

angin damai resah mendesah
bersama sekawan kita bertukar lidah
kedukaanmu yang meresahkanku
tiada sudah kau tuntaskan detik lalu

 

" sayang, sungguh

kesedihanmu sebagai dukaku…
tatahkan hati bersih kasih
Tuhan melindungi kita.."

Sekejab hati ni cerah

"aku sayang kamu…"
"dan pula aku kasih…"

begitulah belasmu ketika itu

"Tenaglah jua
kita mesti selalu bersama…"
"Ya…"

harapan

Kurengkuh jari jemarimu
Kau sandar mahkota di dada
Hangat mesra kaasih sayang suka

"Terima kasih, kaulah harapanku…"

Bisikmu sehalus bayu nan lalu

"Dan kita himpun
dan kita hirup cahaya Illahi…"

erat
kehangatan penuh kedamaian
kusentuh
ku belai mahkota cahaya
kau nan damai
mogalah kita selalu satu

dan dini hari ini
kita tlah telusuri masa depan sejati
dan kembali kurengkuh tangan halusmu
kau dekapkan mestika di dada
damai
bersama

tika jengkerik makin diam
semilir bisik bayu menggigil dan temaram
ayam jantan seberang tlah berderai
ku terkejut … !!!

ah… kasih
kau slalu terbayang
dan slalu terkenang
walau dalam mimpi

mimpi malam ini
malam tadi


Dini hari berlalu…

Yogyakarta
16 April 1999

<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>

 

 

 

 

 

 

MASA-MASA ' TIKA KU JAUH MENERAWANG SERIBU PULAU

 

Sebuah cahaya
Tika itu… ku melamun jauh ku melayar ku melaut ku menerjang ombak kuikuti kulayari ku berserah kepada sang waktu
Tak sesadar ku kini berada di ujung penantian
Penantian seribu tahun lampau
Tapi
Kurasa kini masih seribu tahun lagi kan terwujud
Kurasakan sebuah dan secuil rindu dendam
Di hati dan kini merasuk ke jiwa
Bukan mimpi
Walau kurasakan saat ku mati dalam kelam malam hening sepi
Bukan
Bukan mimpi
Tapi adalah suatu kerinduan
Yang tiada batas tiada celah tuk skedar berjumpa dalam renung hati nurani

" dua masa dua dunia berjumpa dalam renung jiwa dan hati dan kini ku menyatu pada mu"
" ini bukan mimpi dan ini bukan merupakan sebuah kenyataan yang hakiki"
" ktika sebuah rindu dendam menerpa membara merajang menerjang menggugah menggubah sebuah kehidupan"

kini kurasakan sebuah harapan dan muncul ke permukaan
harapan itu ada
dan tak kan pernah sirna
dan tak kan padam sampai waktu kembali ke awal
awal sebuah kehidupan

Jogjakarta
24 Juni 2001

<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>

 

 

 

 

 

 

 

"BILAKAH KAU SBAGAI SAHABATKU DAN BILAKAH KAU SBAGAI KEKASIHKU"

 

suatu hari
sebuah permata jatuh di pangkuanku
kuamati dan kusaksi untuk kemudian ini berubah menjadi mimpi
ku tergugah merasa sadar kini

kau adalah temanku dan kau adalah kekasihku

Jogjakarta, 25 Juni 2001

<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>

 

 

 

 

 

Di Puncak Batu Tiang Bumi

 

Di puncak batu tiang bumi
Kini ku berpijak bersandar seorang diri
damai kasih suasana hati
bersama alam bayu lazuardi

Neraca kehidupan
demikian adilnya Tuhan
kurenung dalam dekapan
kuukir dan kutatah kata sbagai intan berlian
di sini
di tempat ini
di saat ku duduk
dan berselonjor kaki
ah…

Maha Besar Engkau
dan ketika tersibak segala misteri sembunyi

bagi kami
alam ini
angkasa dan semesta

Maha Agung Ciptamu
bagimu Ya Tuhan
ini semua
terlalu
amat
kecil untuk
sebuah penciptaan

dan alam bukanlah sebagai saksi bisu

Jogjakarta, th 2000

<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>

 

 

 

 

 

 

 

Kankah kita takutkan ataukah kan kita rindukan

 

ada kala
dunia kita sebagai neraka
tapi lihatlah kini

pernah kurasakan
ataukah hanya kubayangkan ketika itu
dunia sebagai surga

apakah
apakah sebab dulu dan sekarang ku terlena
dalam buaian bayu utara
sejuk hati
damai jiwa damai salju

lihat dan pandanglah sekeliling
segala terhampar
segala berpendar
mereka sentosa
mereka abadi
sampai saatnya 'tuk kita tiba nanti

keabadian di dunia ini adalah
sementara
cuma yang harus kita renungkan
atau yang harus kita takutkan
atau malah yang harus kita rindukan
adalah
keabadian selanjutnya…

bukan keabadian sementara

Jogjakarta, th 2000

kembali ke AWAL MASA

menuju JALAN PINTAS

HOME SITE