Alo prenn
pa kabar neh,
baek yach? Ehm
kamu pada senenk baca gak, baca puisi tapi.
Kalo suka, Nih JaCKiE punya seabrek puisi
so ini kisah JaCKiE semua.
Mo baca atau kasih komentar juga bole.
Eh, bisa juga lho buat hiburan
hehe yah ketimbang nganggur kan corat-coret sambil
merangkai kata kan asyik juga. Ya gak? Ya lah
hehe met baca deh
eh dihayati
lho. Biar tambah asyik lageee
.
----->>> Jalan Pintas <<<------ ----->>> Jalan Pintas <<<------ ----->>> Jalan Pintas <<<------



" Marilah kita ciptakan kehidupan penuh Bunga, Keindahan, Keserasian, Kemenangan, Keberuntungan, Kebahagiaan, Keseimbangan, ... Bunga-Bunga Mekar di Taman Surgawi, Taman Indah Kirana ...... "
Welcome...!!!???!!!
Tujuh Belas Tahun Yang Lalu I
Tujuh Belas Tahun Yang Lalu
II
Pertolongan Dari Tuhanku
Do'aku Kepada-Nya - Do'aku Untuk Mama
Jeritan Hati Tersayat Pisau
Kemungkaran
Bunga Malam
Dini Hari
Masa-Masa ' Tika Ku Jauh Menerawang
Seribu Pulau
"Bilakah Kau Sbagai Sahabatku Dan
Bilakah Kau Sbagai Kekasihku"
Di Puncak Batu Tiang Bumi
Kankah Kita Takutkan
Ataukah Kan Kita Rindukan
<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>

KAWAN
DAMAI CINTA TERIRING SALAM BAHAGIA
WELCOME, KUUCAP SELAMAT DATANG
HOME PAGE PRIBADIKU
KUPERSEMBAHKAN KAWAN, PADAMU
KINI KUDATANG TERIRING TEMBANG
LUKISAN TERPAMPANG SEGALA SIAP SEDIA
KATA-KATA BERIBU MACAM BERJUTA TINGKAH BERIBU MAKNA
GUNA KEMUDAHAN KEUNGGULAN
UHH
SPEKTAKULER
MASTERPIECE
SELALU KAU LAHIRKAN
DAN KAWAN INGATLAH
TEKNOLOGI INFORMATIKA KAN RENGKUH SEGALA DAYA DI DUNIA RAYA
KAN SELALU BERKEMBANG LAHIR DAN LAHIR KEMBALI
Tujuh belas tahun yang lalu
Bundaku berniat kepadaku
Ayahku pula demikian
Ayah bundaku tlah menaburkan benih kemuliaan
Ayah bundaku tlah membawa amanat Tuhan
Ayah bundaku tlah menunaikan sebuah keikhlasan
Ayah bundaku, tlah tetap hati untukku demi kedamaian
Senantiasa sabar menanti sembilan bulan sepuluh hari
Senyum haru 'tika tersaut jerit suara tangis bayi
Tujuh belas tahun yang lalu - di tahun lapan dua
Alam damai menelusuri masa demi masa
Mengiringi ketetapan hati Ayah bunda
Tujuh belas tahun yang lalu - empat hari di bulan Maret
Ketika bulan damai menerangi bumi
Mentari cerah membagi sinar sebagian muka bumi
Bintang gemilang dan kerlipnya
Tersebar membuyar indah berseri
Komat-kamit ayah bundaku - memanjdatkan do'a
Tujuh belas tahun yang lalu - di kamis hari
Entah berapa menunjukkan waktu
Tapi sudah tetaplah hati
Semua mengijinkan - segala merestui
Takdir, Iradat Tuhan beserta keagunganNya
Tujuh belas tahun yang lalu
Tepat, tepat sekali, tujuh belas tahun yang lalu
Seiring semilir angin
Sinar mentari
Cahya rembulan
Kerlip bintang gemintang
Bintang timur selatan utara barat segala penjuru
Serentak alam berucap, tersenyum, senyum mulia..
Segala Puji Bagi Allah
Alam
Wahai alam tersenyumlah
Betapa bahagia mereka
Ayah dan Ibuku
Restui hidup dan kehidupan kami
<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>
TUJUH BELAS TAHUN YANG LALU II
Aku
Tlah dilahirkannya ke dunia
Setelah mengikat janji bersamaNya
'tika di alam rahimku
dan atas kemuliaanNya
ku tlah lahir di dunia fana
ku tlah tiba di alam nyata - pun alam mayaku
ku menangis
ku tersenyum
dunia kini tambah satu umat lagi
kini
tujuh belas tahun sudah
ku tlah menapak menunaikan amanah
kutuntut ilmu bersama umat jalankan kewajiban
ini hari tepat tlah tujuh belas tahun yang lalu
aku merayakan hari kelahiranku
hatiku gembira
jiwaku bahagia
kalbu damai rasa
lara hati sungguh hilang kata
indah siang malam gelap terang
kunikmati bersama 'diam'
walau kurayakan dalam kesendirian
hatini damai
ultah lalu, tak seberapa sekarang
hatiku damai
dan yang tak terlupa
sebuah kado indah tlah kutrima
kasih sayang dari kasihku semata
kasih sayang mama
<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>
<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>
Pertolongan dari Tuhanku
yang kumohonkan
Rahmat dan safaatMu
yang kuharapkan
Aku bersujud dan bersyukur
hanya ke hadiratMu Tuhanku
hanya kepadaMu
ku
aku yang kini mengharap segala dariMu
aku
Tuntun
semoga Kau tuntun
hambamu ke jalan yang benar, lurus
Bimbing
semoga Kau bimbing
umatmu sebagai orang yang Engkau ridhoi, kasihi
Amien
Jogjakarta, Desember 1998
( Jaka Kelana )
<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>
DO'AKU UNTUK MAMA
malam kini satu dini hari
perlahan kubuka mataku saat terkunci mimpi
lalu bangkit ku duduk berdiri
kurenung melayangkan kesepian keheningan hati
rintik dan tetes embun basah kini bumi
hujan belum lagi lama turun
'tika awan tebal hitam mendung mencurahkan
benih air kehidupan ke bumi akar daun
kerlip-kerlip bintang mulai nampak indah nian
setlah sang bayu mendesah usir tebalnya awan mendung
'tuk tampakkan bayang anggun rembulan
satu dua tiga terhitung jari
kian lama kian terang hati kini
kutengadah langit 'tika hitam suasana malam
sekejab masa kuteringat kebesaran wahai Tuhan Semesta Alam
Kusisih jiwa sedih ku mohon - do'a pun kupanjatkan kepadaNya
Ya Robbi tiap kali 'tika ku bersujud dalam sembahyang
Ya Robbku Ya Tuhanku demikian kusebut dan kuhafal Maha Agung KemuliaanMu
Ya Robbi segala kuikhlaskan segala kuserahkan segala halang hanya kepadaMu
Demikian itu do'aku kepada Maha BesarMu
Kuingat kembali ketika setia badan
Berjalan ku menghadap kepada Tuhan
Rintih ratap iring rintik hujan hati dan harapan
Takut hati 'kira tiada kenan ridho Tuhan
Desah bisik kepadaMu adalah hakekat Perbincangan
Tuhan Pengasih Penyayang
Ampuni segala dosa beribu kami
Jika tidak betapa hancur kami dan jiwa kami
Tuhan Segala Bijak dan Harapan
Ampuni salah khilaf sanak serta kedua Ibu Bapa kami
Karunia balasan kemuliaan 'tuk Ayah Bunda pun sanak Ibu Bapa kami
Tuhan Maha Adil dan Bijaksana
Hindarkan kami dari marabahaya
dari akhlaq tercela
lindungi kami dari bejatnya bujuk rayu
syetan iblis penhuni neraka
dari nafsu angkara murka
payungi kami daari jahatnya dan bala' dunia
dari siksa sengatan api neraka
Tuhan Maha Mulia
Tunjuki kami ke jalan tetap lurus lagi benar
Dan kekuatanMu ya Tuhan pada kami untuk menjalankan
Buka mata kami sehingga tahu jalan sesat jalan jahanam
Dan daya KeagunganMu pada kami tuk menghindarkan
Tuhan Maha Kasih
Tetapkan kami punya hati dalam iman dan ikhsan serta Islam
Lindungi pula dari jalan terjal kekafiran
KaruniaMu kami slalu Mohonkan
Dan tetapkan kami tuk hati slalu pujikan syukur tulus putih keikhlasan
Ya Robbi Ya Robbku Ya Tuhanku
Sedalam lautan kekurangan hati kami penuh harapan
Semoga kau satukan slalu hati kami terikat mati
Tiada daya terpisah
Kaulah kehendak mengekalkan
Di puncak do'a harapan
Semoga iradatMu atas kami
Tuk slalu bersama
Tuk slalu satu hati
Satu hati
Satu
hati
Amin
<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>
<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>
JERITAN HATI
TERSAYAT PISAU KEMUNGKARAN
sebuah cerita
suatu sore di sela-sela daun dan panas jati musim kemarau
ketika sinar surya menyeruak merajuk menerpa
dua belas hari bulan kedua
ia duduk menepi menanti datang petang
sungguh lamban hari
gelisah mencari malam
sungguh sangat lamban
kuputuskan kembali
tuk cari kertas kesetiaan tika tadi terselipkan
di saku kelambi sekolah
lalu kubawa kembali ke bawah teduh pohon jati
kucari tempat lelap sunyi
kubaca muka demi muka dalam lembaran hitam
kubaca, kucerap, kuduga, kubaca
kuhenti suara hati ketika kuputar pikiran
kembali kubaca kucerap dan kuduga
kuhentakkan suara jiwaku - kurenungkan
tiap halaman dalam tiap lembaran
kian hati kian duka kian kalbu kian lara tiada lagi dapat tertahankan
tika' muka keempat lembar kedua
demikian akhir cerita - pipiku basah seketika
eehhmmm
betapa dunia kini terasa penuh samsara
kasih - cobaan yang Tuhan berikan kepadamu
sungguh berat terasa hati ditempa raga
Oleh Tuhan Pengasih Penyayang
Kupohonkan harap - penuh kupanjatkan
kandung samping cobaan, siratkan kemuliaan
sela rintangan teriring hikmah dan kekuatan
kekuatan dan kabut dan api
kekuatan dari keputusasaan
Ya Allah Ya Tuhanku
semoga kesabaran ni slalu
dan Engkau datang kembali sebagai
kasihMu kepada kekasihku
tika peluh kuseka
kukeringkan air mata
kulipat kembali lembar-lembar sebagai semula
kembali dan kuselipkan
kertas duka dalam lipatan kitab cinta
sebagai keabadian
tuk selalu dalam renungan
aku tidur
aku diam
aku lelap
aku mimpi
mimpi
<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>
<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>
kepada dua sahabat
Sedini sehari hati gundah
Gulana menerpa jiwa
Namun bahagia terlamun sahabat sejati
Dan kelamnya malam ni
Terhias cahaya dalam taman hilang berganti
Bersinar sejuta makna nurani
Itu
Tlah kacakan isi hati
Demi cinta dan persahabatan
Do'a restu tuk setulus kasih setulus murni
Malam ini dalam keremangan cahaya pagi
Kuucap selamat tinggal harapan
Selamat datang masa depan
Bagi hati sejuta harapan tuk sahabat
Tak terkata tak ternilai dari sekedar harapan sia
Semoga restu Illahi
Salam bahagia damai sahabat
<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>
<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>
Dini hari sepi sunyi
Swara binatang malam belum lagi diam
dan ayam jantan di ufuk belum lagi berkokok
Ketika itu kita masih bersama
perasaan ini
sebagai tiada kan terpisah jua
dan segala susah segala lelah
yang telah kau ceritakan sesaat tadi
angin damai resah mendesah
bersama sekawan kita bertukar lidah
kedukaanmu yang meresahkanku
tiada sudah kau tuntaskan detik lalu
" sayang, sungguh
Sekejab hati ni cerah
begitulah belasmu ketika itu
harapan
Kurengkuh jari jemarimu
Kau sandar mahkota di dada
Hangat mesra kaasih sayang suka
"Terima kasih, kaulah harapanku "
Bisikmu sehalus bayu nan lalu
"Dan kita himpun
dan kita hirup cahaya Illahi
"
erat
kehangatan penuh kedamaian
kusentuh
ku belai mahkota cahaya
kau nan damai
mogalah kita selalu satu
dan dini hari ini
kita tlah telusuri masa depan sejati
dan kembali kurengkuh tangan halusmu
kau dekapkan mestika di dada
damai
bersama
tika jengkerik makin diam
semilir bisik bayu menggigil dan temaram
ayam jantan seberang tlah berderai
ku terkejut
!!!
ah
kasih
kau slalu terbayang
dan slalu terkenang
walau dalam mimpi
mimpi malam ini
malam tadi
Dini hari berlalu
<= Awal Massa Ku Mulai Berjalan =>
<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>
MASA-MASA ' TIKA KU JAUH MENERAWANG SERIBU PULAU
Sebuah cahaya
Tika itu
ku melamun jauh ku melayar ku melaut ku menerjang ombak kuikuti kulayari ku
berserah kepada sang waktu
Tak sesadar ku kini berada di ujung penantian
Penantian seribu tahun lampau
Tapi
Kurasa kini masih seribu tahun lagi kan terwujud
Kurasakan sebuah dan secuil rindu dendam
Di hati dan kini merasuk ke jiwa
Bukan mimpi
Walau kurasakan saat ku mati dalam kelam malam hening sepi
Bukan
Bukan mimpi
Tapi adalah suatu kerinduan
Yang tiada batas tiada celah tuk skedar berjumpa dalam renung hati nurani
kini kurasakan sebuah harapan dan muncul ke permukaan
harapan itu ada
dan tak kan pernah sirna
dan tak kan padam sampai waktu kembali ke awal
awal sebuah kehidupan
"BILAKAH KAU SBAGAI SAHABATKU DAN BILAKAH KAU SBAGAI KEKASIHKU"
suatu hari
sebuah permata jatuh di pangkuanku
kuamati dan kusaksi untuk kemudian ini berubah menjadi mimpi
ku tergugah merasa sadar kini
kau adalah temanku dan kau adalah kekasihku
Di puncak batu tiang bumi
Kini ku berpijak bersandar seorang diri
damai kasih suasana hati
bersama alam bayu lazuardi
Neraca kehidupan
demikian adilnya Tuhan
kurenung dalam dekapan
kuukir dan kutatah kata sbagai intan berlian
di sini
di tempat ini
di saat ku duduk
dan berselonjor kaki
ah
Maha Besar Engkau
dan ketika tersibak segala misteri sembunyi
bagi kami
alam ini
angkasa dan semesta
Maha Agung Ciptamu
bagimu Ya Tuhan
ini semua
terlalu
amat
kecil untuk
sebuah penciptaan
dan alam bukanlah sebagai saksi bisu
<= Jalan Pintas Menuju Dunia Maya =>
Kankah kita takutkan ataukah kan kita rindukan
ada kala
dunia kita sebagai neraka
tapi lihatlah kini
pernah kurasakan
ataukah hanya kubayangkan ketika itu
dunia sebagai surga
apakah
apakah sebab dulu dan sekarang ku terlena
dalam buaian bayu utara
sejuk hati
damai jiwa damai salju
lihat dan pandanglah sekeliling
segala terhampar
segala berpendar
mereka sentosa
mereka abadi
sampai saatnya 'tuk kita tiba nanti
keabadian di dunia ini adalah
sementara
cuma yang harus kita renungkan
atau yang harus kita takutkan
atau malah yang harus kita rindukan
adalah
keabadian selanjutnya
bukan keabadian sementara